Kamis, 16 Oktober 2014

ARTIKEL ISLAM
GHAZWUL FIKR = PERANG PEMIKIRAN (DALAM MENGHACURKAN KAUM MUSLIM)

Ghazwul Fikri secara bahasa berarti perang pemikiran, secara lebih khusus bisa diartikan sebagai serbuan pemikiran, sebab ghazwul fikri lebih merupakan serangan sepihak. Dengan ghazwul fikri seorang muslim tidak perlu keluar dari agamanya, tapi mengikuti pandangan dan prinsip hidup yang jauh dari nilai-nilai Islam. Pada akhirnya tujuan akhir ghazwul fikri adalah melenyapkan Islam sampai ke akar-akarnya. 

Ghazwul fikri hadir untuk mengaburkan nilai-nilai kebenaran, baik dengan menebarkan keragu-raguan maupun dengan menebarkan kesesatan. Metode ini bisa hadir dalam berbagai bentuk, diantaranya dalam bentuk invasi budaya, seperti dansa-dansi antara laki-laki dan perempuan, penggantian papan nama berbahasa arab dengan bahasa inggris pada pesantren-pesantren dan penggantian kalender hijriyah dengan kalender masehi oleh penjajah Belanda. Yang tak kalah dahsyatnya adalah penyebaran paham sekulerisme, pluralisme agama, dan liberalisme yang disebarkan oleh kelompok yang menamakan diri Jaringan Islam Liberal.

Ada beberapa langkah dan strategi yang mereka jalankan dalam menjalankan projek ghazwul fikri:
Pertama,mendangkalkan Aqidah hingga pemurtadan. Jika tujuan ini berhasil, banyak nya muslim yang murtad mereka berpandangan umat akan menjadi lemah dalam segi kuantitas.
Kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yaitu dengan mengacak-acak syari’at Islam. Mereka menyebut syari’at islam sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang, hukum potong tangan, rajam, jilid dsb-nya tidak manusiawi dan melanggar HAM.
Ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan). Mereka berpendapat Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian terkhusus dalam hal pemerintahan.
Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) Islam maupun  kalangan non-islam. Mereka menciptakan ide ‘Perang melawan Teroris’ yang hakikatnya perang melawan pejuang Islam untuk menegakkan Kalimatullah. Mereka mencitrakan para Aktifis dakwah sebagai teroris dan berbahaya
Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral kaum muslimin dengan cara “memperkenalkan” pergaulan bebas, Clubbing, free sex, lagu-lagu cengeng tentang cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya generasi muda
Keenam, memecah belah persatuan umat islam. Salah satunya dengan mengelompokkan kaum muslimin kepada, Islam Radikal atau Islam Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat.
ketujuh, melanggengkan kolonialisme baru di tengah-tengah dunia islam. Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri-negeri muslim untuk kepentingan negara mereka. Mereka “membeli” orang-orang yang berpengaruh dalam negerinya untuk dijadikan antek mereka. Dengan cara seperti itu mereka dapat mengendalikan negeri kaum muslimin karena para penguasanya telah mereka “kuasai”
- See more at: file:///C:/Users/Nia/Downloads/Ghazwul%20Fikr%3b%20Strategi%20Musuh%20Islam%20Menghancurkan%20Kaum%20Muslimin%20dari%20Akarnya%20-%20VOA-ISLAM.COM.htm#sthash.kuid8rmh.dpuf
Ada beberapa langkah dan strategi yang mereka jalankan dalam menjalankan projek ghazwul fikri:
Pertama,mendangkalkan Aqidah hingga pemurtadan. Jika tujuan ini berhasil, banyak nya muslim yang murtad mereka berpandangan umat akan menjadi lemah dalam segi kuantitas.
Kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yaitu dengan mengacak-acak syari’at Islam. Mereka menyebut syari’at islam sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang, hukum potong tangan, rajam, jilid dsb-nya tidak manusiawi dan melanggar HAM.
Ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan). Mereka berpendapat Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian terkhusus dalam hal pemerintahan.
Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) Islam maupun  kalangan non-islam. Mereka menciptakan ide ‘Perang melawan Teroris’ yang hakikatnya perang melawan pejuang Islam untuk menegakkan Kalimatullah. Mereka mencitrakan para Aktifis dakwah sebagai teroris dan berbahaya
Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral kaum muslimin dengan cara “memperkenalkan” pergaulan bebas, Clubbing, free sex, lagu-lagu cengeng tentang cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya generasi muda
Keenam, memecah belah persatuan umat islam. Salah satunya dengan mengelompokkan kaum muslimin kepada, Islam Radikal atau Islam Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat.
ketujuh, melanggengkan kolonialisme baru di tengah-tengah dunia islam. Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri-negeri muslim untuk kepentingan negara mereka. Mereka “membeli” orang-orang yang berpengaruh dalam negerinya untuk dijadikan antek mereka. Dengan cara seperti itu mereka dapat mengendalikan negeri kaum muslimin karena para penguasanya telah mereka “kuasai”.
- See more at: file:///C:/Users/Nia/Downloads/Ghazwul%20Fikr%3b%20Strategi%20Musuh%20Islam%20Menghancurkan%20Kaum%20Muslimin%20dari%20Akarnya%20-%20VOA-ISLAM.COM.htm#sthash.kuid8rmh.dpuf

 Ada beberapa langkah dan strategi mereka yang mereka jalankan dalam dalam menjalani ghazwul fikr:
1. mendangkalkan aqidah hingga pemurtadan. jika tujuan ini berhasil, banyaknya muslim yang murtad mereka berpandangan umat akan menjadi lemah dalam segi kuantitas.
2. kedua menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. mereka menyebut syariat islam sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang 
3. mereka menciptakan sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan. mereka berpendapat agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian terkhusus dalam hal pemerintahan.
4. menumbuhkan islam phobia baik pada kalangan umat islam maupun non-islam. mereka menciptakan ide, 'perang melawan teroris' yang hakikatnya perang melawan pejuang islam untuk mengekkan kalimatullah. mereka mencitrakan para aktifis dakwah sebagai teroris dan berbahaya.
5. merusak moral kaum muslimin dengan cara memperkenalkan 'pergaulan bebas, clubbing. free sex, lagu-lagu cengeng tentang cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya generassi muda.
6. memecah belah persatuan umat islam. salah satunya dengan mengelompokkan kaum muslimin kepada islam radikal atau islam fundamentalis, tradisionalis dan islam moderat.
7. melanggengkan kolonialisme baru ditengah-tengah islam. mereka menjajah, merampas kekayaan negeri-negeri muslim untuk kepentingan mereka. mereka 'membeli' orang-orang yang berpengaruh dalam negerinya untuk dijadikan antek mereka. dengan cara seperti itu mereka dapat mengendalikan negeri kaum musilimin karena para penguasanya telah mereka 'kuasai'.


kita sebagai umat islam harus selalu waspada. karena ghazwul fikr sebenarnya lebih berbahaya dibandingkan dengan perang fisik sesungguhnya yang menggunakan senjata. mari kita perkuat ukhuwah dan terus menambah ilmu kita. disamping itu mari kita berdoa kepada Allah swt. dan memohon agar ditunjukkan jalan yang lurus dan benar.






Ada beberapa langkah dan strategi yang mereka jalankan dalam menjalankan projek ghazwul fikri:
Pertama,mendangkalkan Aqidah hingga pemurtadan. Jika tujuan ini berhasil, banyak nya muslim yang murtad mereka berpandangan umat akan menjadi lemah dalam segi kuantitas.
Kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yaitu dengan mengacak-acak syari’at Islam. Mereka menyebut syari’at islam sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang, hukum potong tangan, rajam, jilid dsb-nya tidak manusiawi dan melanggar HAM.
Ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan). Mereka berpendapat Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian terkhusus dalam hal pemerintahan.
Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) Islam maupun  kalangan non-islam. Mereka menciptakan ide ‘Perang melawan Teroris’ yang hakikatnya perang melawan pejuang Islam untuk menegakkan Kalimatullah. Mereka mencitrakan para Aktifis dakwah sebagai teroris dan berbahaya
Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral kaum muslimin dengan cara “memperkenalkan” pergaulan bebas, Clubbing, free sex, lagu-lagu cengeng tentang cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya generasi muda
Keenam, memecah belah persatuan umat islam. Salah satunya dengan mengelompokkan kaum muslimin kepada, Islam Radikal atau Islam Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat.
ketujuh, melanggengkan kolonialisme baru di tengah-tengah dunia islam. Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri-negeri muslim untuk kepentingan negara mereka. Mereka “membeli” orang-orang yang berpengaruh dalam negerinya untuk dijadikan antek mereka. Dengan cara seperti itu mereka dapat mengendalikan negeri kaum muslimin karena para penguasanya telah mereka “kuasai”.
- See more at: file:///C:/Users/Nia/Downloads/Ghazwul%20Fikr%3b%20Strategi%20Musuh%20Islam%20Menghancurkan%20Kaum%20Muslimin%20dari%20Akarnya%20-%20VOA-ISLAM.COM.htm#sthash.kuid8rmh.dpuf

Ada beberapa langkah dan strategi yang mereka jalankan dalam menjalankan projek ghazwul fikri:
Pertama,mendangkalkan Aqidah hingga pemurtadan. Jika tujuan ini berhasil, banyak nya muslim yang murtad mereka berpandangan umat akan menjadi lemah dalam segi kuantitas.
Kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yaitu dengan mengacak-acak syari’at Islam. Mereka menyebut syari’at islam sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang, hukum potong tangan, rajam, jilid dsb-nya tidak manusiawi dan melanggar HAM.
Ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan). Mereka berpendapat Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian terkhusus dalam hal pemerintahan.
Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) Islam maupun  kalangan non-islam. Mereka menciptakan ide ‘Perang melawan Teroris’ yang hakikatnya perang melawan pejuang Islam untuk menegakkan Kalimatullah. Mereka mencitrakan para Aktifis dakwah sebagai teroris dan berbahaya
Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral kaum muslimin dengan cara “memperkenalkan” pergaulan bebas, Clubbing, free sex, lagu-lagu cengeng tentang cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya generasi muda
Keenam, memecah belah persatuan umat islam. Salah satunya dengan mengelompokkan kaum muslimin kepada, Islam Radikal atau Islam Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat.
ketujuh, melanggengkan kolonialisme baru di tengah-tengah dunia islam. Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri-negeri muslim untuk kepentingan negara mereka. Mereka “membeli” orang-orang yang berpengaruh dalam negerinya untuk dijadikan antek mereka. Dengan cara seperti itu mereka dapat mengendalikan negeri kaum muslimin karena para penguasanya telah mereka “kuasai”.
- See more at: file:///C:/Users/Nia/Downloads/Ghazwul%20Fikr%3b%20Strategi%20Musuh%20Islam%20Menghancurkan%20Kaum%20Muslimin%20dari%20Akarnya%20-%20VOA-ISLAM.COM.htm#sthash.kuid8rmh.dpuf